Beranda » Artikel » Depresi dan Penyalahgunaan Napza

Senin, 18 Agustus 2014 - 09:40:49 WIB

Depresi dan Penyalahgunaan Napza

Masalah kesehatan tidak hanya mencakup kesehatan fisik tapi juga kesehatan jiwa.

Kesehatan Jiwa adalah suatu tingkat keberhasilan fungsi mental, dapat melakukan aktivitas yang produktif, hubungan sosial terpenuhi, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan, serta dapat mengatasi masalah.

Kesehatan jiwa membutuhkan proses yang dinamis dan mempengaruhi perkembangan fisik, kognitif, afektif dan fungsi sosial individu. Komunitas masyarakat yang beragam memiliki masalah kesehatan jiwa yang beragam pula. 

 

Apa itu Depresi..

Depresi adalah kondisi emosional berkepanjangan yang mempengaruhi seluruh proses mental (berpikir, perasaan, aktivitas) seseorang yang ditandai dengan pikiran negatif pada diri sendiri, suasana hati menurun, kehilangan minat / motivasi, pikiran lambat serta aktivitas menurun.

A. Faktor Biologis

  1. Genetik / keturunan
  2. Neurotransmitter
  3. Endokrin
  4. Usia

B. Faktor Lingkungan

  1. Kehilangan orang yang dicintai
  2. Rasa permusuhan, kemarahan dan kekecewaan terhadap seseorang
  3. Individu dengan kepribadian ketergantungan, obsesif kompulsif, histeris
  4. Pengalaman buruk di masa lalu
  5. Berbagai penyakit fisik yang tidak kunjung sembuh
  6. Tekanan psikis atas berbagai masalah kesulitan hidup / ekonomi,
  7. Mengalami kekerasan fisik dan atau psikis dalam rumah tangga, di sekolah maupun lingkungan
  8. Kekecewaan mendalam akibat kegagalan yang dialami / tidak mendapatkan apa yang diinginkan,dll.

C. Tanda dan gejala Depresi

  1. Sedih yang mendalam
  2. Selalu murung, kehilangan minat dan kegembiraan
  3. Kecemasan yang tinggi
  4. Putus asa
  5. Tidak ada perhatian terhadap lingkungan
  6. Ketergantungan pada orang lain
  7. Menarik diri
  8. Mengeluhkan gangguan fisiologis / sakit fisik
  9. Merasa lelah dan menurunnya aktivitas
  10. Penyimpangan perilaku / tempertentrum
  11. Adanya keinginan bunuh diri
  12. Melakukan tindakan yang beresiko : menggunakan obat, narkoba, berkelahi, mengebut, dll
  13. Adanya halusinasi
  14. Pola tidur terganggu
  15. Nafsu makan berkurang
  16. Merasa bersalah dan tidak berguna
  17. Pesimis

Depresi yang dialami dapat membuat seseorang berupaya melupakan permasalahan sesaat dengan minum – minuman keras dan melakukan penyalahgunaan NAPZA lainnya.

 

Napza atau Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya adalah bahan / zat yang menimbulkan ketergantungan dan mengubah suasana hati.

Penyalahgunaan NAPZA adalah pemakaian yang terus menerus tanpa petunjuk dokter sehingga terjadi perubahan perilaku, perasaan, pikran, dan kondisi fisik.

Penyebab penyalahgunaan Napza..

  1. Faktor lingkungan (teman, pergaulan dan keluarga)
  2. Ingin mencari perhatian keluarga
  3. Ingin tahu dan coba – coba
  4. Ingin adanya pengakuan dari teman sebaya
  5. Gaya hidup / supaya terlihat gaul
  6. Mempunyai masalah dan ingin melupakan masalah yang dialami
  7. Bersenang – senang / having fun
  8. Ingin menghilangkan rasa sakit
  9. Mengatasi masalah kejiwaan misal : Ingin selalu tampak percaya diri, dll.

Dampak penyalahgunaan Napza..

A. Kesehatan

  1. Ganja : Sakit paru – paru, malas, paranoid
  2. Heroin / putaw : Tertular hepatitis B dan C, HIV / AIDS, Kematian akibat over dosis
  3. Ekstasi dan shabu – shabu : Kelelahan, ketakutan (Paranoid), pendarahan otak dan kematian
  4. Alkohol : Penyakit pada hati, lambung / pencernakan, perilaku kasar, kriminal dan kematian

B. Sosial

  1. Sering terjadi pertengkaran
  2. Bergaul lebih sering dengan komunitas pecandu
  3. Bertindak kriminal
  4. Dkucilkan / dijauhi orang
  5. Dimusuhi keluarga

C. Ekonomi / keuanngan

  1. Kehilangan / kekurangan uang
  2. Usaha mengalami kebangkrutan

D. Pendidikan / pekerjaan

  1. Dikeluarkan dari sekolah
  2. Diberhentikan dari pekerjaan

E. Hukum

  1. Resiko ditangkap dan dipenjara

 

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan Napza..

  1. Beri pemahaman remaja untuk jangan pernah mencoba Narkoba
  2. Hindari bergaul dengan pecandu atau pengedar NAPZA
  3. Tingkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan
  4. Mengisi waktu dengan kegiatan positif misal : olahraga dan kesenian
  5. Melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain sehingga membuat hidup menjadi berarti
  6. Dapatkan informasi lengkap tentang penggunaan NAPZA dan akibat yang ditimbulkannya.

Apa yang harus dilakukan orang tua untuk mencegah penyalahgunaan Napza..

  1. Memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup
  2. Bersikap adil terhadap anak
  3. Mendengarkan masalah yang dihadapi oleh anak
  4. Membantu menyeleseikan permasalahan anak
  5. Memberi reward / penghargaan dan dukungan semangat untuk berprestasi
  6. Tidak menuntut anak diluar kemampuannya
  7. Ikut memantau perkembangan anak dan pergaulannya
  8. Mengikuti perkembangan informasi Narkoba
  9. Selalu mengingatkan anak untuk : "SAY NO TO DRUGS" terhadap masalah penyalahgunaan Napza.

 

Rumah Sakit Jiwa Grhasia DIY dapat membantu Anda memberikan solusi melalui pelayanan di Instalasi Penanganan Korban NAPZA

  1. Rawat Jalan : Klinik NAPZA, Klinik Metadon, Pelayanan Wajib Lapor Bagi Pengguna Narkotika dan Hipnoterapi
  2. Rawat Inap : Detoksifikasi menghilangkan sisa racun / zat Napza dalam tubuh & Teurapeutic Community Hospital Base : Terapi berkelompok untuk membantu terlepas dari penyalahgunaan NAPZA.

 

sumber artikel : 

Tim Kreatif Instalasi Penanganan Korban NAPZA Bekerjasama dengan Sub Bid Fasilitasi Pelayanan Medik dan Sub Bid Data dan Informasi Medik RSJ Grhasia DIY.

(Leaflet Depresi Napza diterbitkan Desember 2013)

 

RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA

Jl Kaliurang Km 17, Yogyakarta

Telp ( 0274 ) 895143,895297

RS JIWA KELAS A TERAKREDITASI 12 PELAYANAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001 : 2008

 

gambar : http://amalia-aira-malichi.blogspot.com/2011/08/tentang-depresi.html

   


Belum Ada Komentar


Isi Komentar










pencarian

member

agenda

sosial media


link