Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini







Selasa, 11 Desember 2018

BNNP DIY Turut memerihakan Perayaan Sekaten

Yogyakarta – BNNP Daerah Isimewa Yogyakarta (DIY) berhasil meraih juara 1  kategori stand terbaik dalam pameran perayaan pasar malam Sekaten, Senin (19/11). Penghargaan ini merupakan apresiasi kali pertama yang diberikan Pemerintah Provinsi DIY kepada lembaga pemerintah yang berpartisipasi dalam pameran perayaan  Sekaten.

BNNP DIY pada setiap tahunnya berpartisipasi dalam perayaan sakral bagi masyarakat Yogyakarta ini. Selain menjadi ajang eksistensi BNNP DIY sebagai lembaga pemerintahan, pameran perayaan malam Sekaten yang berlangsung selama 02-19 November tahun ini juga dimanfaatkan sebagai momentum kampanye dalam rangka mengedukasi masyarakat.

Pengenalan jenis-jenis narkoba, bahaya penyalahgunaan narkoba,  hingga langkah yang dapat dilakukan jika mendapati orang terdekat sebagai pelaku penyalahgunaan narkoba menjadi materi yang laris ditanyakan pengunjung.

Untuk menunjang kampanye yang dilakukan, BNNP DIY tidak hanya mengandalkan model pembelajaran bertutur langsung (face to face) kepada pengunjung, tetapi juga menyajikan beragam media pembelajaran yang menarik. Diantaranya informasi seputar narkoba yang dikemas dalam  bentuk pamflet, video, replika jenis-jenis narkoba, dan permainan dart board (melempar anak panah ke papan tarhet bundar). Tak ketinggalan, BNNP DIY juga menyediakan photo booth guna menarik perhatian generasi milenial yang gemar ber-selfie ria.

Kerja keras dan pelayanan yang diberikan BNNP DIY berhasil mendapatkan perhatian dan apresiasi dari sejumlah pihak. Setiap harinya, ratusan pengunjung dari berkalangan memadati stand. Apresiasi tersebut yang pada akhirnya berhasil mengantarkan BNNP DIY memperoleh penghargaan sebagai stand terbaik.


Jumat, 22 Maret 2019

Pemberdayaan Alternatif Bimtek Lifeskill (Pelatihan Barista) Kawasan Rawan Perkotaan

Yogyakarta (22/03) Dalam rangka menjalankan rangkaian kegiatan Pemberdayaan Alternatif tahun 2019 yang dilaksanakan di Desa Banguntapan, BNNP DIY menyelenggarakan kegiatan Bimtek Life Skill Kawasan Rawan Perkotaan.

Acara berlangsung tiga hari dimulai tanggal 19 sampai 21 Maret 2019 bertempat di Hotel Bifa Yogyakarta. Bekerja sama dengan Jogja Tourism Training Center (JTTC) Yogyakarta, kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari 9 dukuh di Desa Banguntapan. Pelatihan yang diberikan adalah pelatihan peracikan kopi (Barista).

Kegiatan dibuka oleh Kabid P2M BNNP DIY, Bambang Wiryanto, S.Si dan dihadiri oleh sejumlah undangan diantaranya Kepala BNNK Bantul, Kasi P2M BNNK Bantul, kepala dukuh, serta perangkat desa Banguntapan.

Sebelum mendapatkan materi pelatihan, peserta terlebih dahulu mendapat materi tentang "Penjelasan Kegiatan Pemberdayaan Alternatif BNNP DIY Tahun 2019" yang disampaikan oleh Kepala Bidang P2M BNNP DIY. Dalam penjelasannya, Kabid P2M menjelaskan urutan kegiatan hingga akhirnya ditetapkan Desa Banguntapan sebagai penerima manfaat dan Bimtek Peracikan Kopi yang dipilih untuk diberikan.

15 peserta yang dipilih berdasarkan kriteria mantan penyalahguna / mantan pengedar / warga rentan yang berdomisili di Desa Banguntapan. Bentuk pelatihan adalah 30% teori dan 70% praktek, diikuti dengan antusias oleh semua peserta.

Selain dari JTTC, peserta juga mendapatkan bekal tentang bagaimana menjadi seorang wirausaha dan tips mendapatkan bantuan modal usaha dari pemerintah. Materi ini disampaikan oleh Wahyu Tri Atmojo dari CIS PLUT.

Kegiatan ini berakhir tanggal 21 Maret 2019 dan ditutup oleh Kabag Umum BNNP DIY. Secara simbolis BNNP DIY melalui Kabag Umum memberikan bantuan bahan dan alat kepada semua peserta sebagai modal awal untuk merintis usaha.

Diharapkan dengan kegiatan ini peserta yang memiliki latar belakang rawan lahgun dan edar narkoba, mampu merintis menjadi wirausaha sehingga mandiri secara ekonomi dan meningkat taraf hidup nya.





Rabu, 6 Maret 2019

Dampak Narkoba Terhadap Kesehatan Reproduksi

Pengertian kesehatan reproduksi menurut WHO adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial secara lengkap dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsi serta prosesnya.Pengertian sehat di sini tidak selalu berarti bebas penyakit atau bebas dari kecatatan, namun juga sehat secara mental serta sosiokultural. Masyarakat perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada disekitarnya.Masalah yang banyak muncul dimasyarakat saat ini adalah narkoba. Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.Makin meningkatnya tingkat pengguna narkoba dimasyarakat saat ini memang menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Dampak yang ditimbulkan dari narkoba sangat membahayakan bagi kesehatan. Meskipun banyak orang yang telah mengetahui akibat buruk dari narkoba namun sebagian besar masih tetap saja mengkonsumsinya.Secara teori, narkoba akan menyebabkan sel-sel sperma ataupun sel-sel telur “cedera” sehingga pembuahan menjadi tidak sempurna, akibatnya bayi yang lahir akan cacat. Bagi ibu hamil, narkoba akan memberikan efek bagi janin sehingga pertumbuhannya tidak sempurna. Kenyataan medis menyatakan bahwa narkoba tidak dapat meningkatkan fungsi seksual namun justru menimbulkan akibat buruk terhadap fungsi seksual dan organ tubuh yang lain, selain tentunya kematian.Bagaimana dengan fakta yang ditemukan di lapangan? Para pecandu narkoba umumnya aktif secara seksual, baik laki-laki maupun perempuan, baik dilakukan secara sadar maupun tidak sadar. Penggunaan narkoba membuat mereka tidak berpikir panjang akan akibat dari hubungan seksual yang mereka lakukan. Namun demikian, walaupun aktif secara seksual bukan berarti mereka mempunyai informasi akurat mengenai aspek seksualitas dan kesehatan reproduksi, karena pada umumnya pengetahuan mereka mengenai hal itu sangatlah terbatas. Jangankan aspek pencegahan kehamilan atau tertular infeksi menular seksual (IMS) yang dapat dicegah dengan menggunakan kondom, aspek yang sangat sederhanapun tentang akibat dari hubungan seks yang tidak aman dapat menyebabkan kehamilan dan IMS-HIV/AIDS saja tidak mereka ketahui sebelumnya.Akibatnya, dalam sebuah studi ditemukan bahwa dari perempuan penyalah guna narkoba yang sudah aktif seksual, 40% di antaranya sudah pernah mengalami aborsi dan 80% dari mereka sudah pernah mengalami  IMS, termasuk HIV/AIDS.Masalah kesehatan reproduksi pada wanita pecandu mencakup beberapa area, antara lain :1.  Masalah reproduksiKesehatan, morbiditas (gangguan kesehatan) dan kematian perempuan yang berkaitan dengan kehamilan dan narkoba. Termasuk di dalamnya juga masalah gizi dan anemia di kalangan perempuan, penyebab serta komplikasi dari kehamilan perempuan penyalah guna narkoba, masalah kemandulan dan ketidaksuburan akibat penggunaan narkoba. Pelayanan kesehatan pada perempuan pecandu yang terinfeksi HIV, IMS atau penyakit menular lainnya.2. Masalah kekerasan perempuan penyalah guna narkoba.Kencenderungan adanya kekerasan secara sengaja kepada perempuan, perkosaan, serta dampaknya terhadap korban. Norma sosial mengenai kekerasan dalam rumah tangga, serta mengenai berbagai tindak kekerasan terhadap perempuan. Sikap masyarakat mengenai kekerasan perkosaan dan langkah-langkah untuk mengatasi hal tersebut.3. Masalah penularan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksualPenyakit menular seksual seperti sifilis, gonorrhea, herpes kelamin, clamidia dan lainnya. Penyakit HIV/AIDS yang jadi momok dikalangan perempuan pecandu. Selain itu dampak psikologi dan sosial akibat penularan penyakit tersebut perlu ditangani dengan baik dan menyeluruh.Lalu apa yang harus kita lakukan agar terhindar dari bahaya narkoba? Beberapa diantaranya adalah memiliki prinsip hidup sehat, memperkuat keimanan dengan rajin beribadah,  memilih lingkungan pergaulan yang sehat, komunikasi yang baik kepada kedua orang tua atau orang-orang terdekat. Salah satu yang paling penting adalah menghindari pintu masuk narkoba yaitu rokok.Hubungan komunikasi yang baik antara anak dengan orang tuanya tentu akan memudahkan dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi oleh anak. Selain untuk mencegah anak menyalahgunakan narkoba, orang tua juga berperan sebagai pemantau dan pendeteksi dini terhadap perilaku anak.Quotes : YOUR CHILDREN WILL BECOME WHO YOU ARE, SO BE WHO YOU WANT THEM TO BE.. sumber :http://www.babesrehab-bnn.info/index.php/artikel/128-dampak-narkoba-terhadap-kesehatan-reproduksi


Rabu, 6 Maret 2019

Dampak Narkoba Terhadap Kesehatan Reproduksi

Pengertian kesehatan reproduksi menurut WHO adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial secara lengkap dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsi serta prosesnya.Pengertian sehat di sini tidak selalu berarti bebas penyakit atau bebas dari kecatatan, namun juga sehat secara mental serta sosiokultural. Masyarakat perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada disekitarnya.Masalah yang banyak muncul dimasyarakat saat ini adalah narkoba. Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.Makin meningkatnya tingkat pengguna narkoba dimasyarakat saat ini memang menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Dampak yang ditimbulkan dari narkoba sangat membahayakan bagi kesehatan. Meskipun banyak orang yang telah mengetahui akibat buruk dari narkoba namun sebagian besar masih tetap saja mengkonsumsinya.Secara teori, narkoba akan menyebabkan sel-sel sperma ataupun sel-sel telur “cedera” sehingga pembuahan menjadi tidak sempurna, akibatnya bayi yang lahir akan cacat. Bagi ibu hamil, narkoba akan memberikan efek bagi janin sehingga pertumbuhannya tidak sempurna. Kenyataan medis menyatakan bahwa narkoba tidak dapat meningkatkan fungsi seksual namun justru menimbulkan akibat buruk terhadap fungsi seksual dan organ tubuh yang lain, selain tentunya kematian.Bagaimana dengan fakta yang ditemukan di lapangan? Para pecandu narkoba umumnya aktif secara seksual, baik laki-laki maupun perempuan, baik dilakukan secara sadar maupun tidak sadar. Penggunaan narkoba membuat mereka tidak berpikir panjang akan akibat dari hubungan seksual yang mereka lakukan. Namun demikian, walaupun aktif secara seksual bukan berarti mereka mempunyai informasi akurat mengenai aspek seksualitas dan kesehatan reproduksi, karena pada umumnya pengetahuan mereka mengenai hal itu sangatlah terbatas. Jangankan aspek pencegahan kehamilan atau tertular infeksi menular seksual (IMS) yang dapat dicegah dengan menggunakan kondom, aspek yang sangat sederhanapun tentang akibat dari hubungan seks yang tidak aman dapat menyebabkan kehamilan dan IMS-HIV/AIDS saja tidak mereka ketahui sebelumnya.Akibatnya, dalam sebuah studi ditemukan bahwa dari perempuan penyalah guna narkoba yang sudah aktif seksual, 40% di antaranya sudah pernah mengalami aborsi dan 80% dari mereka sudah pernah mengalami  IMS, termasuk HIV/AIDS.Masalah kesehatan reproduksi pada wanita pecandu mencakup beberapa area, antara lain :1.  Masalah reproduksiKesehatan, morbiditas (gangguan kesehatan) dan kematian perempuan yang berkaitan dengan kehamilan dan narkoba. Termasuk di dalamnya juga masalah gizi dan anemia di kalangan perempuan, penyebab serta komplikasi dari kehamilan perempuan penyalah guna narkoba, masalah kemandulan dan ketidaksuburan akibat penggunaan narkoba. Pelayanan kesehatan pada perempuan pecandu yang terinfeksi HIV, IMS atau penyakit menular lainnya.2. Masalah kekerasan perempuan penyalah guna narkoba.Kencenderungan adanya kekerasan secara sengaja kepada perempuan, perkosaan, serta dampaknya terhadap korban. Norma sosial mengenai kekerasan dalam rumah tangga, serta mengenai berbagai tindak kekerasan terhadap perempuan. Sikap masyarakat mengenai kekerasan perkosaan dan langkah-langkah untuk mengatasi hal tersebut.3. Masalah penularan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksualPenyakit menular seksual seperti sifilis, gonorrhea, herpes kelamin, clamidia dan lainnya. Penyakit HIV/AIDS yang jadi momok dikalangan perempuan pecandu. Selain itu dampak psikologi dan sosial akibat penularan penyakit tersebut perlu ditangani dengan baik dan menyeluruh.Lalu apa yang harus kita lakukan agar terhindar dari bahaya narkoba? Beberapa diantaranya adalah memiliki prinsip hidup sehat, memperkuat keimanan dengan rajin beribadah,  memilih lingkungan pergaulan yang sehat, komunikasi yang baik kepada kedua orang tua atau orang-orang terdekat. Salah satu yang paling penting adalah menghindari pintu masuk narkoba yaitu rokok.Hubungan komunikasi yang baik antara anak dengan orang tuanya tentu akan memudahkan dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi oleh anak. Selain untuk mencegah anak menyalahgunakan narkoba, orang tua juga berperan sebagai pemantau dan pendeteksi dini terhadap perilaku anak.Quotes : YOUR CHILDREN WILL BECOME WHO YOU ARE, SO BE WHO YOU WANT THEM TO BE.. sumber :http://www.babesrehab-bnn.info/index.php/artikel/128-dampak-narkoba-terhadap-kesehatan-reproduksi


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP DI Yogyakarta

92

Total Kasus Narkoba

118

Total Tersangka Kasus Narkoba

119

Total Pasien Penyalahgunaan

470

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

7,706,150

Jumlah Sebaran Informasi