Skip to main content
Artikel

Kesehatan Mental LGBT yang Rentan Penggunaan Zat

Dibaca: 3565 Oleh 23 Des 2021Tidak ada komentar
berita dan artikel 1
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

LGBT adalah akronim dari lesbian, gay, biseksual dan transeksual. Istilah ini digunakan semenjak tahun 1990-an yang mewakili semua orang yang tidak heteroseksual, bukan hanya homoseksual, biseksual dan transgender.  Orientasi seksual dari LGBT yang terdiri dari tiga komponen yaitu perilaku, identitas dan keinginan. Ketiga komponen ini tidak kongruen dalam setiap individu. Misalnya individu memiliki perilaku seksual sesama jenis namun beberapa hanya menunjukkan ketertarikan sesama jenis tetapi tidak aktif secara seksual (Ard dan Makadon, 2012).

Menjadi LGBT tidaklah mudah. Banyak masalah yang dialami diantaranya penyakit terkait perilaku seks, pemakaian narkoba, depresi, stigma dan diskriminasi. Terkait permasalahan narkoba, penelitian menunjukan individu LGBT memiliki angka yang tinggi dalam penggunaan dan ketergantungan zat dibanding populasi pada umumnya. Internalisasi dari rasa malu, stigma, dan sikap negatif dari masyarakat menjadi perhatian terhadap masalah kesehatan mental. Lesbian dan biseksual wanita lebih banyak dilaporkan menderita gangguan depresif dan transgender memiliki angka tinggi dalam ide untuk bunuh diri (Wilkinson, 2009).

Kesehatan jiwa klien LGBT yang menggunakan narkoba mempunyai stressor yang bertambah meliputi perjuangan untuk mengukuhkan identitas seksual atau gendernya; konflik batin yang datang dari teman dan keluarganya; ketakutan menghadapi stigma, prasangka, dan kekerasan. Stigma didefinisikan sebagai tanda ‘aib’ yang dihubungkan dengan kondisi, kualitas dan orang tertentu. Stigma berdasar pada asumsi dan diekspresikan melalui tindakan bahkan diskriminatif yang secara langsung berdampak pada kesejahteraan individu dan komunitas Perlakuan negatif atau persepsi kelompok oleh masyarakat, penyedia layanan kesehatan, anggota masyarakat, dan keluarga dapat mempengaruhi pandangan hidup seseorang, akses ke sumber daya dan dukungan, dan berdampak pada kesejahteraan, kesehatan dan peluang pembangunan di masa depan.

Stigmatisasi pada klien LGBT memiliki relasi dengan kerentanan yaitu situasi ketiadaan atau kelemahan dalam ikatan komunitas yang berdampak pada masalah penggunanan zat dan masalah lainnya. Selain itu, dampak dari diskriminasi dan stigmatisasi adalah adanya stress minoritas yaitu level stress kronis yang dihadapi oleh kelompok minoritas yang terstigmatisasi (Herek, 2009).

Penggunaan narkoba di kalangan LGBT mempunyai karakteristik masing-masing. Berdasarkan penelitian dari Rahim dkk (2014), lingkungan komunitas gay menjadi sarana dalam pengkonsumsian tramadol dan somadril yang didapatkannya ketika kumpul bersama komunitas dan juga mengakibatkan hubungan seks yang berisiko, karena dampak dari penggunaan obat-obatan tersebut yaitu bisa menyebabkan penggunannya mabuk atau lupa diri. Dibble & Robertson (2010) menyatakan lesbian lebih sering menggunakan zat/ alkohol daripada wanita heteroseksual. Hal ini disebabkan lesbian kerap stress menghadapi homophobia (rasa takut pada kaum LGBT) dan merasakan  diskriminasi. Gangguan penggunaan zat pada transgender berhubungan erat dengan depresi (Nuttbrock dkk, 2014), Post traumatic stress disorder (Rowe dkk, 2015), pekerja seks (Hoffman, 2014) dan diskriminasi gender (Rowe dkk, 2015).

Berdasarkan paparan penelitian di atas terkait kondisi klien LGBT yang juga memiliki gangguan penggunaan zat, perhatian dari masyarakat khususnya professional di bidang adiksi sangat dibutuhkan. Kesulitan mengakses layanan kesehatan sebagai dampak dari adanya stigma dan diskriminasi menjadi kendala dalam mencapai pemulihan. Hak asasi manusia dalam masalah ini harus disetarakan terlepas dari adanya isu agama dan budaya sehingga klien LGBT mendapat hak yang sama untuk mendapat perlakuan yang baik dan dapat mengakses layanan kesehatan.

 

Daftar Pustaka:

DAP Colombo Plan. (2021). The Intersection of Substance Use, Sexual Orientation and Gender Identity (SOGI) Modul Participant.

Rahim, Fisranudin; Thaha, Ridwan M.; Natsir, Sudirman. (2014). Penyalahgunaan Obat Tramadol dan Somadril terhadap Perilaku Seks Berisiko Komunitas Gay kota Makassar. Makasar : Universitas Hasanudin

 

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel