
Sebagai lembaga pemerintah yang memiliki fungsi edukatif dan kolaboratif, Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BNNP DIY) tidak hanya berfokus pada upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar dan berkontribusi. Melalui program magang mahasiswa, BNNP DIY memberikan kesempatan bagi peserta didik dari berbagai universitas untuk mengenal lebih dekat dunia kerja sekaligus memahami peran komunikasi publik dalam upaya Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M).
Salah satu peserta magang, Vellnara Helga Adyasta, mahasiswa Ilmu Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan yang diberikan. Ia menyebutkan bahwa pengalaman magang di BNNP DIY menjadi momentum penting dalam pengembangan diri dan profesionalitasnya. “Lingkungan kerja yang dinamis dan suportif membuat saya dapat belajar sekaligus berkontribusi secara maksimal,” tuturnya.
Selama menjalani magang, Vellnara terlibat dalam berbagai kegiatan P4GN, mulai dari penyuluhan anti narkoba di sekolah, universitas, hingga masyarakat umum. Pengalaman ini tidak hanya mengasah kemampuan public speaking dan kerja sama tim, tetapi juga memperluas keterampilannya dalam pembuatan konten edukatif seperti infografis, video kampanye, dan reels kegiatan penyuluhan. Ia juga berkesempatan mendalami administrasi surat-menyurat yang sebelumnya belum pernah dilakukan, sehingga memperkaya wawasan serta kemampuan teknisnya di lingkungan kerja pemerintahan.
“Dua bulan magang di BNNP DIY memberi saya pelajaran tentang tanggung jawab, profesionalitas, dan pentingnya kerja tim. Saya juga merasa beruntung karena mendapat bimbingan dari mentor yang luar biasa ramah dan solutif,” ujar Vellnara. Ia berharap agar BNNP DIY terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi serta terus berinovasi dalam menyampaikan edukasi P4GN kepada masyarakat.
Sementara itu, Salsabilla Meidista, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan konsentrasi Public Relations, juga merasakan pengalaman serupa. Ia menuturkan bahwa kegiatan magang di BNNP DIY menjadi wadah pembelajaran yang sangat relevan dengan bidang studinya. “Saya terlibat langsung dalam pembuatan konten edukatif, infografis, hingga video sosialisasi tentang pencegahan narkoba. Dari situ saya belajar bagaimana peran humas pemerintah dalam menjaga citra instansi dan menghadapi potensi krisis komunikasi,” jelasnya.
Selain berkutat dengan kegiatan kehumasan, Salsabilla juga aktif dalam kegiatan lapangan, seperti sosialisasi P4GN di sekolah dan universitas. Pengalaman tersebut mengajarkannya pentingnya disiplin waktu, koordinasi antar tim, dan kemampuan beradaptasi di berbagai situasi. Ia juga menyoroti bagaimana kolaborasi antarstaf BNNP DIY menjadi kunci keberhasilan setiap kegiatan. “Interaksi dengan para staf dan melihat langsung strategi komunikasi diterapkan, membuat saya memahami dinamika kerja di instansi publik dengan lebih nyata,” tambahnya.
Menutup kesan magangnya, Salsabilla menyampaikan apresiasi atas bimbingan dan dukungan seluruh staf BNNP DIY. “Lingkungan kerja yang suportif membuat saya nyaman dan termotivasi untuk terus berkembang. Pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk saya agar kelak dapat berkontribusi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Program magang mahasiswa di BNNP DIY menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pemerintah dalam membangun generasi muda yang sadar, peduli, dan berperan aktif dalam pencegahan narkoba. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya belajar teori komunikasi publik, tetapi juga ikut berkontribusi dalam upaya menciptakan Yogyakarta Bersinar (Bersih Narkoba).
-Humas BNNP DIY-






